Perlu Anda Ketahui, Vaksin untuk Mencegah Pneumonia Terhadap Orang Dewasa

Vaksin untuk Mencegah Pneumonia Terhadap Orang Dewasa


Pneumonia adalah suatu penyakit yang terjadi saat kantung-kantung udara pada salah satu atau kedua paru-paru meradang dan disebabkan oleh infeksi bakteri. Akibatnya, sekumpulan kantung udara kecil pada ujung saluran napas akan membengkak dan dipenuhi dengan cairan. Salah satu cara efektif yang bisa Anda lakukan agar bisa mencegah pneumonia yaitu dengan cara mendapatkan vaksin, yang disebut juga dengan vaksin pneumokokus. Anda bisa melakukan suntik vaksin di Klinik ZAP jasa layanan vaksin Jakarta dan sekitarnya.

Pembahasan kali ini hanya difokuskan pada vaksin agar bisa mencegah pneumonia pada orang dewasa. Sebab vaksin untuk orang dewasa dan anak-anak bisa dibilang berbeda. Agar bisa anak-anak vaksin yang diberikan adalah PCV13, sedangkan untuk orang dewasa yaitu PPSV23 atau pneumococcal polysaccharide vaccine. Sesuai dengan namanya, vaksin ini bisa memberikan perlindungan kepada 23 strain bakteri pneumokokus.  

Tentang Vaksin PPSV23

Berbeda dengan vaksin yang diberikan pada anak-anak, yang digandengkan dengan protein agar bisa meningkatkan efek kekebalan, vaksin PPSV23 ini memiliki kandungan molekul polisakarida, sehingga dapat menyerupai bagian dari bakteri pneumokokus. Hal ini dapat bertujuan agar vaksin dapat menginduksi terjadinya sebuah kekebalan tubuh dengan lebih baik.

Vaksin PPSV23 ditujukan untuk orang dewasa yang sudah berusia 65 tahun ke atas, atau pada usia 2 hingga 64 tahun dengan kondisi khusus yang dapat disarankan dokter. Anda bisa mendiskusikan dengan dokter pada aplikasi Halodoc, mengenai kondisi khusus apa saja yang mungkin membuat Anda harus divaksin. Vaksin ini juga disarankan agar bisa orang dewasa usia 19-64 tahun yang mempunyai kebiasaan merokok.

Vaksin PPSV23 juga diberikan dengan dosis tunggal atau satu kali pemberian saja. Biasanya, vaksin yang satu ini diberikan setelah seseorang sudah mendapatkan satu dosis PCV13. Hal ini dapat bertujuan agar bisa mengoptimalkan kekebalan tubuh yang dihasilkan. Berdasarkan dengan rekomendasi Satgas Imunisasi Dewasa, sebaiknya orang dewasa bisa mendapat 1 kali suntikan PCV12 saja, lalu PPSV23 pada 2 bulan setelahnya, dan dilanjut setiap 3 tahun sekali.

Sampai saat ini, vaksin pneumokokus dewasa yang beredar baru ada agar bisa mencegah penyakit yang disebabkan dengan bakteri saja. Belum ada vaksin yang dapat digunakan agar bisa mencegah pneumonia yang diakibatkan oleh virus. Hal ini karena lebih besarnya komplikasi yang bisa ditimbulkan oleh pneumonia yang disebabkan oleh bakteri. 

Bagaimana Efektivitas Vaksin Pneumokokus?

Sebagai upaya dalam pencegahan, vaksin PPSV23 nyatanya dapat membantu untuk memberikan kekebalan tubuh kepada pneumokokus secara invasif, pada 75 persen pasien usia 65 tahun ke atas, dan mencegah terjadinya pneumonia atau radang paru pada 45 persen populasi usia tersebut.

Di Indonesia, vaksin pneumokokus ini memang masih tergolong untuk vaksin pilihan. Artinya, vaksin satu ini belum dijadikan sebagai vaksin wajib dalam sebuah program pemerintah. Jika Anda ingin mendapatkan vaksin ini, maka Anda bisa datang ke pusat layanan kesehatan Klinik ZAP, dengan membuat janji terlebih dahulu melalui aplikasi Halodoc. Nyatanya proses membuat janji jadi lebih mudah, praktis, dan Anda tidak perlu repot - repot lagi antri hanya dengan mengandalkan aplikasi Halodoc.

Selain dengan mendapatkan vaksin, upaya dalam pencegahan pneumonia juga bisa dilakukan dengan cara-cara sederhana, seperti:

1. Menjaga daya tahan tubuh. Hal ini bisa Anda lakukan dengan menjalani pola hidup sehat, seperti cukup istirahat, makan makanan bergizi, dan rutin berolahraga. 

2. Menjaga selalu kebersihan diri sendiri dan lingkungan. Misalnya, selalu mencuci tangan sebelum Anda makan, menyiapkan makanan, dan setelah Anda pergi ke toilet. Hal ini bertujuan agar bisa mencegah penyebaran virus atau bakteri penyebab pneumonia. 

3. Berhenti merokok, kalau mempunyai kebiasaan ini. Sebab, asap rokok bisa merusak paru-paru, sehingga infeksi menjadi lebih mudah terjadi.

4. Hindari konsumsi alkohol. Karena kebiasaan ini bisa membantu untuk menurunkan daya tahan paru-paru, sehingga organ ini menjadi lebih rentan terinfeksi bakteri penyebab pneumonia.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel